Kembali Berkaya: Pengrajin Kerajinan Tembaga dan Kuningan desa tumang kembali menerima pesanan setelah wabah Covid-19

Pengrajin Tembaga desa tumang Boyolali Kembali Berkarya

Pada tahun 2020 hingga 2021, w abah covid-19 menyebabkan pemberhentian layanan untuk kunjungan dan pariwisata di sebagian besar wilayah negara di dunia, di indonesia pun juga terjadi demikian.

Sekarang saatnya untuk mengasah ulang kreativitas serta dalam prosesnya membantu melestarikan karya dan budaya warisan leuhur kita,

Proses karya kreatif dari tradisi kuno kerajinan tembaga.

Proses kerajinan tembaga merupakan langkah demi langkah melalui tahapan yang tersususun agar proses produksi menjadi maksimal.

Pertama: Mempersiapkan bahan.

Bahan yang biasa digunakan para pengrrajin adalah tembaga dan kuningan berbentuk lembaran atau pipa, tetapi terkadang juga menggunakan bahan lain seperti alumunium atau timah putih.

Copper sheets and brass sheets
Sumber : Pintererst.com

Kedua: Mengumpulkan Alat yang diperlukan, yaitu:

  • Palu
  • Pahat
  • Jantur
  • dan alat lain yang diperlukan

Ketiga: Eksekusi proses perajinan tembaga dan kuningan

Proses ini sangatlah bervariasi, apabila produk yang akan dibuat berbentuk irreguler tidak beraturan, maka sang perajin harus dengan skill yang beliau dapat bisa membentuk produk tersebut, untuk bisa melakukan hal tersebut perajin harus sudah melalui jam terbang yang tinggi karena tuntutan utama dalam proses produksi suatu kerajinan kriya logam adalah kreatifitas yang teruji.

 Proses kerja
Sumber: MImin

Kesimpulan

Dengan menurunya kasus Covid-19 pada tahun ini. para pengrajin sudah mulai mengasah kembali kreatifitas mereka serta sudah siap untuk menerima pesanan produk kerajinan kriya logam tembaga dan kuningan kembali seperti sebelum terjadi wabah.